Welcome

This blog contains something that will hopefully inspire the readers

Selasa, 21 Agustus 2012

Son Fisher My Inspiration



To: Nanang, Putra, Agus, Imam, Udin, Syamsul, dan Amri (7 Putra nelayan yang bergelut ditengah deburan ombak)

Salam hangat saudaraku,

Sampah menumpuk, bau menyengat dan tidak seda menyelimuti suasana di Perkampungan Nelayang di daerah Cilincing Jakarta Utara. Hanya sedikit rumah yang terlihat tegak ditengah gubuk bambu yang reot. Riak air laut mengajak saya menghampiri seorang anak kecil yang duduk di dekat jejeran tongkang (istilah perahu). Hendak saya bertanya "De namanya siapa?" Kenapa duduk disini, ayo gabung sama yang lain" : Pengen aja ka disini, saya Nanang ka.." sahutnya. "nama kaka?" tnya de Nanang dengan senyuman khasnya. Dia adalah anak usia 9th dan sekolah disalah satu SD disana meskipun cukup jauh dari rumahnya. Semangat dia untuk belajar sangat tinggi. Terlihat keitka saya bertanya. "kami mau jadi apa kalo udah besar nanti de?" dengan nada semangat dia menjawab "DOKTER KA!!", semngat de Nanang membuat hati ini tertegun dan bergeta. Lantas saya bertanya lagi "kenapa kamu pengen jadi dokter de?" "karena aku pngen bisa ngobatin orang banyak ka"sambutnya dengan lantang/ Kembali saya terharu mendengar pernyataan putra nelayan ini. Sungguh luar biasa semangat anak ini, bak ombak yang menerjang karang. Tidak lama orang tuanya memanggil dia agar segera pulang. Tiba-tiba...... waktu seakan berhenti, laut tak beriak, pohon tak melambai, hati ini seakan menciut begitu saja. Ternyata putra nelayan itu tidak memiliki kaki kanan yang sempurna. Kembali dengan senyuman khasnya, lantas dia berpamitan ditemani dengan tongkat mungilnya. Dan saya hanya bisa terdiam..

Sempat saya bertanya pada masyarakat setempat tentang pendidikan mereka dan ternyata hampir semua anak setelah SD tidak dilanjutkan karena masalah finansial. Setelah lulus SD mereka para putra nelayan membantu ayahnya mencari ikan dan putrinya membantu ibu dirumah. Sungguh prihatin rekan-rekan, mereka tidak bisa mengenyam pendidikan yang layak seperti kita. Kita sebagai insan muda seharusnya lebih bersyukur lagi karena kita masih diberi kesempatan menikmati dunia pendidikan. Tapi kita sebagai intelektual jangan sampai men-sia-siakan kesempatan baik ini. Apalah jadinya ketia mereka yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak melihat kita para Agent Of Change tidak bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak. Maka jangan sia-siakan kawan!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar